News Update :

STK MADIUN

Video SH Winongo Madiun Tunas Muda

Update Sistem Pertahanan Indonesia

Sistem Pertahanan Indonesia - Pertahanan nasional adalah  segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara yang meliputi keutuhan wilayah dan juga keselamatan masyarakat dari segala gangguan yang mengancam keutuhan negara. Sistem Pertahanan Indonesia merupakan segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan yang bersifat semesta yang diselenggarakan dengan kesadaran hak serta kewajiban sebagai warga negara dan juga keyakinan akan kekuatan sendiri.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTkqRiB6x_x_NvQZ8PU-gB-chK22FIqfipCIhRTtsd22hXNhHddQQ
Pertahanan negara Indonesia atau pertahanan nasional diselenggarakan oleh pemerintah melalui sistem pertahanan negara.

Sistem Pertahanan Indonesia adalah gabungan kekuatan antara sipil dan militer yang diupayakan oleh negara untuk melindungi integritas wilayahnya. Pertahanan negara merupakan tugas utama Kementerian Pertahanan.

Macam Sitem Pertahanan Indonesia
  • Pertahanan Militer
  • Pertahanan non Militer
Komponen utama dalam sistem pertahanan di Indonesia adalah Tentara Nasional Indonesia. Komponen utama dibantu oleh komponen cadangan dan Komponen Pendukung untuk menghadapi ancaman non militer.

Komponen Utama - Tentara Nasional Indonesia bertugas menghadapi ancaman militer dan melaksanakan tugas pertahanan lainnya

Komponen Cadangan - merupakan sumber daya yang dimiliki negara yang telah dipersiapkan untuk memperkuat dan memperbesar kemampuan dan kekuatan TNI sebagai komponen utama.

Komponen Pendukung - berfungsi untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan kedua komponen sebelumnya. Komponen ini terdiri dari sumberdaya nasional yang tidak ditujukan untuk pertahanan fisik.
Sumber daya yang termasuk komponen pendukung adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.
Sub komponen pendukung:
Paramiliter

  • Polisi
  • Satpol PP
  • Satpam
  • Linmas atau Hansip
  • Menwa
  • Satgas partai
  • Organisasi bela diri
  • Orgainsasi Kepemudaan
Tenaga Ahli
Industri
Sumber daya Alam
Sumber daya Manusia
-Memiliki Tentara Nasional yang berskill tinggi
-Memiliki Komponen Pendukung terutama sumber daya manusia yang banyak
Kekurangan
-Dukungan Alutsista masih kurang

Halal-bihalal STK Madiun di JOHOR malaysia

Gambar STK MADIUN

Halal-bihalal STK Madiun di JOHOR malaysia Jika sebelumnya anda telah menyimak posting dari Madiun bangkit mengenai Halal Bihalal SH Winongo Madiun kali ini juga ada Video HalaL Bihalal STK MADIUN yang secara sederhana di laksanakan di Johor Malaysia

ATLIT SH WINONGO MADIUN

ATLIT SH WINONGO MADIUN Banyak pertanyaan masuk mengenai Atlit SH Winongo Madiun atau Atlit STK madiun pada pergelaran yang di adakan oleh IPSI, pada posting sebelumnya yang berjudul Atlit SH WINONGO MADIUN di IPSI Menegaskan tentang banyaknya kejadian yang merugikan pihak SH WINONGO, seperti yang baru2 ini juga terjadi lagi misalnya ada 2 peserta dari STK Madiun yang mengikuti even maka 2 peserta itulah yang bertanding lebih dulu dengan kata lain SH WINONGO vs SH WINONGO yang mungkin tujuannya adalah pencekalan terselubung hahahaha...
SH WINONGO MADIUN

tak perlu panjang lebar jika anda ingin melihat seperti apa kemampuan dari Atlit SH Winongo madiun atau Atlit STK MADIUN 1903  maka anda bisa menyimak video dari saudaraku Sedulur Tunggal Kecer dari Ponorogo

Raden Djimat Hendro Soewarno Guru Besar SH Winongo Madiun Tunas Muda

Raden Djimat Hendro Soewarno
Raden Djimat Hendro Soewarno
Raden Djimat Hendro Soewarno Sejak tahun 1964, “ S-H “ mengalami kemunduran, tidak begitu aktif, hal ini disebabkan tidak lain karena keadaan juga, sebagian besar Saudara – saudara “ S-H “ sudah banyak yang lanjut usia ( tua ), ditambah dengan makin berkurangnya penerimaan Saudara baru. Banyak saudara “ S-H “ yang sudah sepuh satu per satu meninggal dunia, sedangkan yang masuk menjadi saudara “ S-H “, dapat dikatakan hampir tidak ada. Kalau keadaan yang demikian dibiarkan terus – menerus maka “ S-H “ lambat laun akan mengalami kepunahan.

Untuk menghindari hal tersebut serta untuk melestarikan ajaran yang edi – peni dan adi – luhung, maka pada tanggal 15 Oktober 1965, Bapak Raden Djimat Hendro Suwarno merasa terpanggil untuk bergerak ( mengaktifieer ) kegiatan – kegiatan “S-H “dengan menambahkan kata Tunas Muda (dimaksudkan Tunas Muda adalah sebagai pembaharuan dalam tubuh "S-H" yang sejak tahun 1964 mengalami kemunduran) sehingga menjadi Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda di desa Winongo Madiun, Jawa Timur. Dengan serentak gerakan ini mendapat perhatian yang besar dari para pemuda dan dukungan yang kuat dari masyarakat, yang akhirnya berdaya guna untuk membantu HANKAM, serta ikut Memayu Hayuning Bawono ( memelihara dan membangun keselamatn Negara / Dunia ), membantu Negara / Pemerintah dalam bidang ketertiban dan keamanan.

Dengan meningkatkan latihan jasmani ( pencak-silat ) dan latiahn rohani (iman dan taqwa kepada Tuhan), maka dapat diharapkan para pemuda kita sebagai generasi penerus akan menjadi kader bangsa yang militant yang sangat berguna bagi kepentingan Negara dan bangsa.

Rusak Rumah Warga, 7 Pendekar Terate Jadi Tersangka

Rusak Rumah Warga, 7 Pendekar Terate Jadi Tersangka
Magetan – Tujuh pendekar yang berasal dari Setia Hati Teratai (SHT) ditangkap polisi, Senin (12/11/2007). Mereka ditetapkan sebagai tersangka perusakan rumah milik warga di Desa Sambirejo, Kabupaten Madiun dan Desa Madigondo, Kecamatan Takeran.
Kasat Reserse Kriminal Polres Magetan, AKP Suwono kepada detiksurabaya.com, mengatakan akan menjerat para pendekar yang melakukan perusakan dengan pasal tindak pidana.
Demi keamanan, AKP Suwono tidak bersedia menyebutkan nama pendekar yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menambahkan ketujuh pendekar tersebut berasal dari Desa Tanjung, Suco, Bendo, Kecamatan Bendo serta Desa Kerik Kecamatan Takeran.
“Beberapa dari mereka telah mengakui melakukan pelemparan dan perusakan rumah saat mereka melakukan konvoi setelah menghadiri halal bihalal Teratai,” jelasnya, Senin (12/11/2007).
Suwono mengatakan selain menetapkan tujuh pendekar tersebut sebagai saksi, pihaknya juga meminta keterangan dari sedikitnya dari lima pendekar Teratai yang statusnya masih sebatas saksi.
Menurutnya tindakan para pendekar ini sangat meresahkan warga. Rumah-rumah warga serta pertokoan yang berada disepanjang jalan terpaksa tutup untuk menghindari aksi perusakan, penjarahan dan tindak pidana lainnya.
“Tindakan anarkis sering dilakukan oleh para pendekar. Penetapan tersangka ini semoga menjadi pelajaran bagi para pendekar lain agar tidak melakukan tindakan pidana yang merugikan warga serta dirinya sendiri,” ujarnya.

sumber: http://surabaya.detik.com/read/2007/11/12/153619/851418/475/rusak-rumah-warga-7-pendekar-teratai-jadi-tersangka?y771108bcj

Arowana

Perkutut

 

© Copyright MADIUN BANGKIT 2010 -2011 | Design by Penakluk | Published by Foto Bugil Hot | Powered by Cyber 3d.