News Update :

Penipuan CPNS Bertambah Membabi buta

11 Orang Datangi Pemkot Bawa Surat Panggilan
MADIUN metropol
Daftar korban penipuan berkedok diterima menjadi PNS semakin panjang. Mereka yang menerima panggilan awu-awu mengatasnamakan BKD Provinsi Jawa Timur juga mendatangi Balai Kota Madiun. Jumlah warga yang menjadi korban,ada 11 orang. Sebelumnya,diketahui kasus yang sama juga terjadi di BKD-Diklat Kabupaten Madiun dengan korban ada 21 orang.'Mereka mengaku diterima sebagai PNS pemkot dan sesuai surat panggilan,diminta datang ke BKD kota,' kata Sekda Kota Madiun,Maidi,kemarin
Menurut Maidi,kedatangan korban yang nyaris bersamaan ini membuat BKD kota terkejut.Pasalnya,tahapan rekrutmen CPNSD 2009 sudah tuntas.Sekda menegaskan, ada kejanggalan karena yang datang ke pemkot mengaku diterima pada formasi dengan syarat pendidikan SLTA sederajat.Kejanggalan lain,korban mengaku tidak mengikuti tes rekrutmen CPNS 2009.Semua korban itu, dikumpulkan di ruang sekda.'Ini jelas diyakini palsu, pemkot tahun lalu tidak menerima formasi dari jenjang pendidikan SLTA sederajat,'tambah Maidi.
Korban yang datang ke pemkot berasal dari Magetan, Ponorogo,Kota Madiun dan beberapa daerah lain.Mereka mengaku ada yang sudah menyerahkan sejumlah uang. 'Saya tidak bisa merinci sudah habis berapa uangnya. Karena kami melihat ini palsu ya yang berwajib yang berwenang mengetahui lebih dalam,'papar sekda
Seperti apa modusnya?Dari pengakuan korban kepada Maidi,pelaku ada yang didatangi atau pun melalui telepon.Selanjutnya,berkomunikasi dan menawarkan iming-iming masuk PNS di lingkungan pemkot.Pelaku meminta korban menyerahkan uang yang besarnya bervariasi.Untuk menyakinkan korban,dibuatkan surat panggilan yang diduga kuat dipalsukan.'Tapi,tanda tangan kepala BKD provinsi itu palsu.Memang mirip, tapi kalau diteliti dibandingkan yang asli ada yang tidak sama,'tegasnya.
Pertemuan dengan 11 korban itu berlangsung sekitar 20 menit.Maidi yang saat itu didampingi Plt Kepala BKD Agus Ardiyanto menjelaskan,pihaknya sudah menerima surat dari BKD Provinsi Jatim tertanggal 27 Oktober 2010.Menurut Maidi,kasus penipuan ini hampir merata terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Sehingga,BKD provinsi melakukan antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran.'Surat itu kami tunjukkan kepada semua korban.BKD provinsi menyatakan surat panggilan itu dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,alias palsu,'paparnya.
Maidi menyarankan kasus penipuan itu dilaporkan kepada polisi.Indarjo,Kasubid Pengadaan dan Pengembangan Karier Pegawai,BKD Kota Madiun menjelaskan,sebelumnya ada kasus SK palsu yang dikirim ke BKD kota.'Dari berbagai kementerian SK-nya,tapi setelah kami cek ke Kemen PAN dan Reformasi Birokrasi SK itu diyakini palsu,'jelasnya.
Ada kejanggalan yang cukup mencolok.Yakni,sejak era otonomi daerah,kata Indarjo,tidak ada distribusi pegawai dari pusat ke daerah untuk rekrutmen baru.SK yang diterima sebelumnya disebutkan Kemendagri, Kemendiknas,Kementerian Sosial.'Total ada 5 SK yang dikirim ke BKD kota,'tuturnya. (pr@p)

Share this Article on :

0 komentar:

Post a Comment

 

© Copyright MADIUN BANGKIT 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.