News Update :

POLEMIK PRONA KABUPATEN NGAWI


Ngawi, Metropol
Prona tahun 2009 menui pro dan kontra, untuk Ngawi prona tahun 2009 dengan alokasi 2000 bidang yang terbagi di beberapa desa dan kecamatan. Seperti halnya yang terjadi di kecamatan Kasreman. Dari program tersebut munculah polemik polemik pungutan yang secara tidak langsung untuk program tersebut. Dengan keanekaragaman nominal pungutan membawa dampak kecemburuan antar desa yang mendapat program Prona. Seperti pengakuan salah satu kepala desa yang terlontar kepada wartawan metropol mengatakan “ desa saya untuk penarikan biaya prona Rp 600.000,- yang mana yang Rp 200.000,- untuk desa dan yang Rp 400.000,- untuk kecamatan. Dan juga untuk pungutan tersebut sudah mendapat persetujuan dari warga yang mau sertifikat tanah dengan lembaga lembaga desa ” ujar kades yang berada di kecamatan kasreman dan tidak mau disebut namanya. Dan juga dari salah satu kades di kecamatan Kasreman menerangkan kalau program prona itu yang gratis 1) pendaftaran ,2) biaya ukur. Dan yang lain lainya kita harus mengadakan penarikan biaya karena untuk membeli materai dan surat surat yang lainnya, tentu harus dengan jalur Musdes. Dan juga saat wartawan Koran ini minta keterangan dari pihak BPN kabupaten Ngawi menjelaskan kriteria kriteria yang mendapat program prona tidak harus dari RTM ( rumah Tangga Miskin) namun diantaranya 1) desa miskin 2) Daerah Subur 3) Daerah penyangga kota 4) Daerah pengembangan Ekonomi rakyat. Serta tanah kering minimal 2000 m2.dan tanah basah atau pertanian dengan luas 2 hektar. Namun muncullah salah satu LSM di Ngawi menyoal masalah pungutan tersebut dengan dalih pungutan liar. Dan juga dengan serta merta memberi somasi kepada para kades kades yang mendapat program tersebut. Namun dari pihak BPN kabupaten Ngawi mempersilahkan LSM tersebut untuk melaporkan kepada pihak penegak hokum sesuai dengan surat somasi mereka. Dan juga dari pihak BPN sudah menyososialisasikan kepada desa desa dan di saksikan oleh Muspika setempat.Kalaupun ada pungutan pungutan kemungkinan dalihnya bukan untuk sertifikat program prona. Memang kita tahu program prona dimana saja bukan hanya di Ngawi pasti ada pro dan kontra. Hingga saat ini sertifikat belum jadi. Sesuai informasi kemungkinan jadinya sertifikat saat hari ulang tahun pertanahan bulan September ini. Dan akan di adakan penyerahan secara simbolis. pr@//leo

Share this Article on :

0 komentar:

Post a Comment

 

© Copyright MADIUN BANGKIT 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.